Banyaknya manfaat yang dihasilkan dari cocopeat membuat banyak orang mencari tahu cara membuat pupuk cocopeat. Media tanam pasti menjadi salah satu hal yang sangat penting ketika kita mulai menanam tanaman.

Tak hanya tanah, sekarang ini ada banyak sekali bahan yang bisa dimanfaatkan menjadi media tanam. Salah satu jenis media tanam yang banyak dipakai sekarang ini yaitu cocopeat. Hal ini karena keberadaan cocopeat di Indonesia sangatlah melimpah dan berkualitas bagus.

Tidak jarang pemakaian cocopeat ini dicampur dengan beberapa media tanam yang lainnya, seperti pupuk kandang ataupun tanah. Namun, cocopeat juga bisa dipakai tanpa campuran.

 

Membuat Pupuk Cocopeat

cara membuat pupuk cocopeat

Cocopeat merupakan produk olahan yang asalnya dari limbah industri kelapa, bagian sabut kelapa tepatnya. Sabut kelapa ini selanjutnya akan masuk ke proses pengolahan sampai proses penghancuran dan baru akan siap dipakai.

Sebagai media tanam, cocopeat mempunyai ciri khas yaitu mampu menahan air dalam jumlah yang besar karena mempunyai pori yang cukup besar dan juga banyak. Selain itu, cocopeat juga bisa melakukan drainase yang lebih baik dan tak mampu menahan kelembaban dalam waktu yang lama.

Media yang satu ini juga diketahui sangat ramah untuk pertumbuhan akar. Hal ini menjadikan akar bisa tumbuh dengan baik dan panjang. Proses pembuatan cocopeat bisa dibilang mudah sekali selama mempunyai bahan baku sabut kelapa dengan jumlah yang ditentukan.

Untuk membuatnya bisa memanfaatkan mesin cocopeat. Berikut ini cara membuat pupuk cocopeat yang baik dan mudah.

1. Mempersiapkan Sabut Kelapa

Step pertama yang harus kamu lakukan yaitu menyiapkan sabut kelapa terlebih dahulu. Sabut kelapa dengan bagian tempurung dan bagian paling luar kulit kelapa harus dipisahkan. Kemudian, sabut kelapa diuraikan dan dipotong pendek terlebih dahulu memakai mesin sabut kelapa sampai membentuk seperti helai rambut.

Karena sabut kelapa mempunyai kandungan zat tanin yang bisa membuat tanaman hati, kamu harus menghilangkan zat taninnya terlebih dahulu. Caranya bisa dengan merendam sabut kelapa di air mengalir selama 24 jam atau dengan campuran air tawas selama 24 jam lalu dikeringkan.

See also  Tips Mencari Pekerjaan yang Sesuai Passion Anda

2. Menggiling Sabut Kelapa

Setelah sabut kelapa sudah dikeringkan, proses selanjutnya yaitu menggiling sabut kelapa. Sabut kelapa digiling sampai benar-benar halus memakai mixer atau memakai mesin penghalus. Karena ada beberapa sabut kelapa yang tak langsung hancur saat digiling, kamu perlu melakukan proses pemisahan.

Pisahkan sabut kelapa yang sudah masih berukuran besar dan panjang dari serbuk sabut kelapa yang sudah halus. Kamu juga bisa memakai saringan saringan atau dengan memisahkannya secara manual.

3. Cuci Kembali dan dikeringkan

Untuk memastikan bahwa sabut kelapa sudah terbebas dari kandungan tanin, natrium, klorida, atau kalium yang bahaya untuk tanaman, serbuk halus perlu dilakukan proses pencucian ulang. Cukup dicuci dengan memakai air bersih sebanyak 2 sampai 3 kali.

4. Penambahan MOL

Untuk membantu proses penguraian sabut kelapa menjadi unsur yang lebih sederhana agar siap diserap oleh tanaman, MOL akan ditambahkan oleh beberapa pihak ke sabut kelapa yang telah dicuci sebelumnya.

Fungsi dari mikroorganisme ini yaitu untuk memerakai media serta mencegah timbulnya penyakit seperti jamur pada cocopeat. 2 tutup botol MOL bisa dicampurkan ke dalam 1 liter air lalu disiramkan pada sekitar 10 kg cocopeat.

Simpan di tempat yang tertutup agar proses fermentasi yang memecah hara pada cocopeat terjadi.

5. Keringkan dan Simpan

Dalam proses pembuatan cocopeat, satu hal yang paling penting yaitu proses penyimpanannya yang rentan terinfeksi serangan jamur. Cocopeat yang sudah ditambahkan MOL kemudian perlu untuk dikeringkan secara sempurna memakai cahaya matahari langsung atau memakai oven.

Apabila sudah kering, cocopeat bisa langsung kamu pakai untuk pupuk di area kebun kamu.

Categories: Tips