Bawang putih adalah bumbu dapur wajib yang harus Anda miliki setiap hari. Tak terbilang jenis hidangan yang membutuhkan bawang putih sebagai bumbu masak wajib. Tapi tahukah Anda bahwa bawang putih juga merupakan herbal anti kanker? Temukan fakta seputar manfaat anti kanker dari bawang putih berikut ini merujuk  dari laman herbal deherba.com.

Sebelum diketahui sebagai herbal anti kanker, sebenarnya bawang putih sudah lama dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Biasanya bawang putih digunakan untuk terapi pada luka, iritasi dan peradangan. Baik itu pada permukaan kulit hingga untuk organ dalam seperti pada lambung dan tenggorokan.

Namun dalam sejumlah riset onkologi ditemukan adanya komponen biosulfur dalam herbal bawang putih ini dan dipastikan memiliki khasiat anti kanker. Fakta ini diulas dalam review riset yang disampaikan pada Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2006.

Di sini diungkap dalam bawang putih terkandung setidaknya 7 jenis biosulfur termasuk di antaranya adalah Allicin, cycloallin dan isoallin yang terbukti secara klinis memiliki khasiat anti kanker yang kuat.

bawang putih herbal anti kanker

Dalam jurnal lain European Journal of Pharmacology tahun 2004, dijelaskan komponen biosulfur ini memiliki khasiat anti proliferasi dan stimulant apoptosis. Membantu menurunkan intensitas perkembangan kanker pada pasien.

Proliferasi adalah kecenderungan sel kanker untuk tumbuh dan menduplikasi diri secara masif. Sedang apoptosis adalah kemampuan sistem imun tubuh untuk mendorong sel rusak termasuk sel kanker untuk merusak diri sendiri supaya tidak menyimpang dari karakter sel sehat sekitarnya.

Sementara menurut Anti Cancer Agents in Medicinal Chemistry tahun 2011, mengkonsumsi bawang putih akan menurunkan perkembangan inflamasi yang bisa menjadi pemicu awal terbentuknya kanker. Bawang putih sendiri secara tradisional terbukti empiris dapat mempercepat proses keringnya luka, dan infeksi termasuk pada bisul dan jerawat.

See also  Daftar Jenis-jenis Penyakit yang Dapat Ditimbulkan dari Alkohol

Dalam laporan American Institutes of Cancer Research tahun 2018 juga ditemukan adanya sifat anti karsinogenik yang akan membantu menurunkan level toksin dalam tubuh, melancarkan sirkulasi darah dan membantu mencegah proses oksidasi sel yang tidak seharusnya.

Sementara dari penjelasan lain diungkapkan bagaimana bawang putih akan membantu penderita kanker tetap mempertahankan kondisi tubuh mereka sementara mereka menjalankan terapi medis. Sebagaimana dipahami sejumlah kemoterapi dan radioterapi pada kanker akan menurunkan kondisi pasien secara keseluruhan.

Bagaimana cara tepat untuk mengkonsumsi bawang putih?

Sebenarnya tradisi kuliner Nusantara yang sudah lazim menambahkan bahan bawang putih sebagai bumbu dasar sudah sangat baik untuk pencegahan kanker. Setidaknya dalam sehari kita pasti sudah mengasup bawang putih.

Namun, tentu saja untuk menambahkan manfaat, Anda bisa mulai kebiasaan untuk mengkonsumsi bawang putih mentah dalam keseharian Anda. Konsumsi bawang putih mentah dengan cara dipotong potong kecil supaya mudah dimakan.

Membuatnya jadi potongan kecil juga akan mempercepat proses oksidasi. Bawang putih perlu dibiarkan teroksidasi sesaat untuk mengaktifkan unsur biosulfur di dalamnya. Karena itu, sebaiknya diamkan sesaat di udara bebas supaya potong kecil ini teroksidasi.  

Untuk pencegahan Anda bisa rutin mengkonsumsi bawang putih setidaknya 1 -2 siung bawang putih setiap 2 -3 hari sekali. Anda bisa mengkonsumsinya lebih sering ketika merasa kondisi tubuh Anda memburuk atau sebagai terapi saat sakit.

Mengonsumsi bawang putih mentah juga baik dilakukan oleh mereka yang telah terdiagnosa menderita kanker. Lakukan setidaknya 2 – 3 siung tiap hari dengan jeda waktu dari pengobatan medis.

Terapi tradisional biasanya akan bekerja setelah pengobatan rutin dilakukan. Anda masih bisa menemukan lebih banyak informasi herbal anti kanker dan herbal pengobatan lain dari laman herbal deherba.com, sumber informasi herbal no 1 di Indonesia.